Meski hanya beberapa waktu, tetap saja sudah memberikan hasil yang luar biasa. Kamu tahu? Aku yakin kamu tahu meski kamu dengan mudah akan bilang “ah, udah lupa”. Sekilas, iya, aku jauh dari “standard”mu. Meski aku tidak bisa meluluhkan, menurutku, sombong dan keras kepalamu, paling tidak aku sudah pernah memberikan saranku ke kamu.
Sampai saat ini, perasaan itu masih bertengger erat di dalam kalbu ini. Setiap hari hanya berangan-angan, semoga yang baik dariku bisa berbuah baik pula padamu. Berharap? Mungkin iya, tapi tidak memaksakan. Toh, setiap kalbu punya nilai-nilainya sendiri. Kalimat yang sering kamu ucapkan “jodoh sudah ada yang mengatur”, iya kamu benar.
Setiap detik, aku rindu sekali panggilan darimu. Puteri Tidur, kamu paham kan? Aku rasa keputusanmu itu, sangat baik bagimu. Setiap waktu, aku hanya bisa berdoa “Ya Allah, berikanlah kekuatan kepadanya”. Dan semoga engkau benar-benar kuat, Puteri Tidur.
Catatan ini sulit dibuat dalam banyak kata, karena saat menulis ini, rasa berat yang ada.
Semoga kamu bahagia. Aamiin.
Kaitkata: cinta