Cerita Cinta

Pernah aku mendengar bahwa ketika seseorang sedang jatuh cinta, akan terasa desiran di hati yang mengalir sangat deras. Ketika bersama orang yang dicintai, akan terasa benar-benar nyaman dan tak ingin jauh darinya. Ketika melihatnya seakan-akan ada angin lembut menyapa wajah. Ketika bicara dengannya, terasa suaranya adalah nyanyian bidadari yang dikirim Tuhan untuk manusia. Ketika rindu dengannya, terasa sesak di dada dan selalu ingin bicara meskipun hanya mendengarkan suaranya dalam satu detik.

Begitulah beberapa gambaran orang yang sedang jatuh cinta entah pada pandangan pertama ataupun pada pandangan keseribu atau kesejuta kalinya. Cinta memang tak mengenal waktu saat dia datang. Cinta tak mengenal siapa yang didatanginya baik si muda,dewasa, tua, besar, kecil, pria, wanita, siswa, mahasiswa, tukang becak, ataupun penjual sate. Cinta bagaikan pedang bermata dua. Saat dia datang seakan – akan dunia ini begitu indah dan menyenangkan. Tapi saat cinta pergi atau dipaksa pergi, seakan – akan dunia runtuh tak terbendung. Semua kekuatan manusia tak bisa menghalangi dua kekuatan itu.

Saat ini pun, seperti halnya manusia lain di dunia, cinta sudah bersemayam di hatiku. Mungkin dalam orde sepuluh pangkat enam aku bertatap muka dengannya, baru kali ini benar-benar bisa merasakan sebuah cinta. Setiap saat yang kurasa, aku selalu ingin bisa berkomunikasi dengannya, memandangnya, mengetahui keadaannya dan yang lainnya. Saat kutanya

” Hei, sedang ngapain?” atau

“Gimana kabarmu?”

Dan dijawab

“Lagi tidur-tiduran atau lagi ngerjakan tugas” dan

“I’m fine”

Sudah cukup membuatku lega meski hanya sekali dalam sehari. Pernah aku tak melihatnya selama satu minggu rasanya seperti aku berada di padang pasir yang sangat panas dan saat itu hanya air yang bisa membuatku bisa bertahan. Begitulah indahnya cinta yang datang di hatiku. Murni dan tak ada paksaan. Dia pun juga sudah tahu kalau aku jatuh cinta padanya. Dia juga mengatakan “iya, aku juga mencintaimu”, aku pun tak peduli meski kadang kala terasa kalau aku dipermainkan atau hanya dibuat sebagai pengganti “cintanya” yang belum pernah dia dapat, dunia sudah membuatku merasa ” I don’t care about your aim by my love, everything you do for me wouldn’t make me loss my love to you”.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.